Selesai Baca Buku Parasit Akidah

Postingan kali ini saya ingin berbagi cerita tentang buku yang baru selesai saya baca yang berjudul Parasit Akidah karya A.D. EL. Marzdedeq terbitan Syamil.

Dari judulnya sudah ketahuan buku ini bakal membahas tentang apa dan kita sepertinya bisa memperkirakan isinya. Sebelum membaca buku ini pun saya sudah menebak bahwa buku ini akan membahas jenis parasit-parasit akidah Islam yaitu Khurafat, Takhayul, dan Bid’ah dalam Akidah. Isinya pun saya menebak akan seperti buku-buku Fiqh, banyak dalil-dalil naqli di uraikan dan pendapat para ulama disampaikan untuk menjelaskan atau melarang Khurafat, Takhayul, dan Bid’ah Akidah.

Setelah saya baca ternyata isinya lebih luas lagi, yaitu menceritakan asal-usul datangnya parasit, persis seperti buku sejarah tetapi didukung oleh dalil-dalil dari Al Quran dan Hadits shahih.

Dari buku ini saya jadi banyak tahu sejarah kata Tuhan, Moyang, dll. Saya jadi tahu dongeng-dongeng dewa-dewi Mesir Kuno, Yunani Kuno, India Kuno, dan China Kuno. Saya jadi tahu ternyata dongeng-dongeng tentang Kepercayaan di masa lalu banyak kesamaannya antara satu daerah dengan daerah yang lain. Saya jadi tahu sejarah bangsa Yahudi dan Nasrani. Saya jadi tahu proses pencampurbauran Ajaran Yahudi dan Nasrani yang asli dengan Agama/Kepercayaan Kultur setempat. Dan saya jadi tahu pengaruh-pengaruh ajaran Yahudi dan Nasrani terhadap Orang-orang Islam yang tidak teguh menjalankan Al Quran dan Sunnah. Ya, buku ini membahas hal-hal tersebut.

Ada bagian menarik dalam buku ini yang ingin saya sampaikan:

Dari Thariq bin Syihab, ia berkata, “Ada seorang Yahudi yang datang kepada ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, lalu berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kalian membaca sebuah ayat dalam kitab kalian. Jika ayat tersebut diturunkan kepada kami, orang-orang Yahudi, niscaya kami akan menjadikan hari itu (hari turunnya ayat itu) sebagai Hari Raya.’ ‘Ayat yang mana?’ tanya ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu. Orang Yahudi itu berkata, ‘Yaitu firman-Nya: “ … Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …’ [Al-Maa’idah: 3] Maka ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya aku telah mengetahui hari dan  tempat ketika ayat itu turun kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diturunkannya ayat itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu di ‘Arafah pada hari Jum’at.”(H.R. Bukhari, Muslim).

Dari Hadits diatas terlihat jelas bahwa Yahudi suka sekali menjadikan Hari-hari yang dianggap penting oleh mereka sebagai Hari Raya mereka, padahal itu tidak ada tuntunannya dari Nabi mereka. Kita umat islam jelas tidak boleh seperti itu dan mengikuti Yahudi. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah SAW :

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

Dari abi hurairah r.a., Nabi SAW bersabda, “Tiada akan berdiri kiamat sehingga umatku mengambil seperti umat terdahulu, mengambilnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Ditanyakanlah, ‘ya rasulullah, seumpama orang yahudi dan nasrani kah? jawab nabi SAW,’siapa pula jika bukan mereka.” (H.R. Bukhari).

Kini sebagian besar umat islam merayakan segala sesuatu yang dianggap penting, yang semuanya merupakan perkara yang diada-adakan dan tidak ada contoh dari Nabi SAW, seperti Nuzulul Quran, Maulid/Milad/Ultah, Isra Mi’raj, Tahun Baru Islam, dsb. Merayakan perkara yang dianggap penting yang mengada-ada saja tidak boleh apalagi merayakan Hari raya umat lain seperti : Valentine, Tahun Baru Masehi, Imlek, dll. Jelas itu tidak bolehnya!!!

Sebagai penutup dari buku ini, penulis buku berpesan agar umat Islam berpegang teguh kepada Al Quran dan Hadits yang Shahih. Karena jika tidak, kemungkinan besa umat Islam akan terpengaruh sisa-sisa dari agama/kepercayaan kultur (yang sebenarnya Yahudi dan Nasrani sekarang adalah agama kultur, terutama kultur eropa). Wallohu alam bi showab.

Tagged: , , , , , ,

4 thoughts on “Selesai Baca Buku Parasit Akidah

  1. ben Maret 1, 2010 pukul 6:16 am Reply

    sebuah KESIMPULAN URAIAN yang menarik dari kang Adi , btw selesai membaca buku ini. Kira2 KESIMPULAN SIKAP apa yg akan Kang Adi lakukan setelah membaca buku “Parasit Akidah” ini?

  2. adiyasan Maret 1, 2010 pukul 8:59 am Reply

    gimana om ben, udah khatam bukunya? saya kira pesan penutup dari penulis buku ini telah memberikan gambaran bagaimana seharusnya kita bersikap.
    sebisa mungkin kita harus menjauhi penyakit TBC (Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat), caranya? kita harus rajin meng-update ilmu agama kita.
    Karena kata Nabi SAW menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan. Menuntut ilmu itu dari mulai lahir sampai masuk ke liang lahat.

    kalo kata pepatah arab mah: “al-ilmu nurun wal jahlu dorun” ilmu itu cahaya, bodoh itu bahaya.

  3. [...] Pada saat agama nasrani lahir, ulang tahun dijadikan kebudayaan orang nasrani. Selebihnya tentang sejarah ulang tahun atau sejarah perayaan-perayaan lainnya, teman-teman bisa kaji di buku Parasit Akidah karangan ust. A.D. El Marzdedeq. Saya sudah tulis sedikit ulasan buku itu di tulisan lain di blog ini (klik disini). [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: