Aa Gym, siapa yang tidak kenal beliau? Setidaknya beliau pernah ‘berjaya’ di kancah dunia dakwah Televisi di tahun 2003 hingga 2007 (seingat saya) sebelum akhirnya tidak begitu popular lagi setelah 2007. Tapi saat ini nama Aa Gym mulai muncul di TV lagi walau tidak sesering dulu. Teman-teman pasti sudah tahu salahsatu sebabnya mengapa Aa Gym sempat tidak popular, tapi disini saya tidak akan membahas itu karena hanya orang-orang bodoh yang mengkritisi perkara yang jelas-jelas dihalalkan Allah SWT. Saya disini hanya ingin menceritakan perubahan orientasi serta isi dakwah Aa Gym sepanjang saya mengikuti ta’lim Beliau
.
Sejak tahun 2004 saya sudah sering melihat beliau hilir mudik di TV, namun baru pada tahun 2006, ketika saya diberi kesempatan untuk kuliah di Politeknik Negeri Bandung, saya bisa bertandang langsung ke pesantrennya yaitu Daarut Tauhiid (DT). Sekilas tentang Daarut Tauhiid, ketika pertama kali kesana saya merasa kagum, wow, ini gara-gara pengaruh satu orang Aa Gym kawasan gegerkalong girang (lokasi DT) menjadi seperti kawasan santri dan pendidikan. Ekonomi di kawasan itu benar-benar hidup, disana banyak ditemui pedagang-pedagang yang baik hati, jujur, dan semangat. Banyak hilir mudik mahasiswa/I yang membawa buku, I’tikaf di masjid, atau sekedar diskusi di kawasan DT. Memang DT berdekatan dengan kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), jadinya banyak mahasiswa/I UPI yang hilir mudik di DT.
Kembali lagi ke Aa Gym, menurut pengamatan saya, dulu isi ceramah Aa hanya seputar masalah hati, kiat-kiat memperbaiki diri, mengajarkan kesederhanaan, dan inti ceramahnya ada pada pengajaran Tauhiid yang lurus. Tauhiid bukan hanya ucapan lailla ha illalloh, namun diimplementasikan dalam fikiran dan tindakan. Makanya motto pesanren DT adalah Dzikir, Fikir, dan Ikhtiar. Tidak ada yang salah dengan tema yang selalu diangkat dalam setiap ceramahnya itu, namun monoton memang. Aa juga sempat berseloroh bahwa yang paling dia kuasai adalah ilmu tauhid itu dan dia ingin mengambil segmen dakwah tauhiid ini, biarlah segmen yang lain diisi oleh Ustadz-Ustadz yang lain yang lebih berkompeten.
Saya sempat baca di Internet, beberapa atau sekelompok orang menilai Aa Gym itu Sufi karena mengajarkan Tasawuf, ahli bid’ah, dan lain sebagainya. Saya sih tidak terlalu menganggap komentar orang-orang tersebut, namun tetap menjadi bahan pertimbangan saya. Dan memang, jika dipaksa disama-samakan antara ajaran Sufi dengan isi ceramah Aa Gym ada persamaannya namun banyak juga perbedaannya. Dalam masalah bid’ah-bid’ah yang dituduhkan kepada Aa Gym, memang beberapa sering dilakukan oleh Aa, namun saya berfikir mungkin Aa belum tahu yang benarnya makanya itu dilakukan terus oleh Aa.
Sekarang, setelah tahun 2008 dakwah Aa Gym berubah, begitupun dengan Daarut Tauhiid. Menurutnya, jika dulu orientasinya masih ingin diperhatikan oleh manusia, masih ingin populer, niatnya tidak lurus karena Allah maka sekarang cukup Allah yang menjadi tujuannya. Dari isi ceramah, walaupun masih dominan masalah hati, namun sekarang beliau mulai agak terbuka juga untuk menyinggung masalah lainnya. Dulu DT sangat ramai jika Aa ada disitu dan sepi jika Aa tidak ada disitu, artinya dulu DT sangat bergantung pada Aa. Kini DT tidak Aa sentris, DT kini menjadi Rumah Ilmu yang kegiatannya padat ada atau tanpa Aa.
Untuk masalah bid’ah-bid’ah yang dilakukannya dulu, beliau sempat juga membicarakannya bahwa beliau tergerak untuk meninggalkannya setelah ada teman Ustadznya yang menasihatinya (clear kan, da’wah dengan baik2 insya Allah hasilnya baik), sekarang beliau lebih hati-hati dalam beramal dan sangat-sangat menganjurkan kepada umat akan pentingnya ilmu sebagai penuntun amal. Daarut Tauhiid sekarang sudah terbuka dengan kajian-kajian yang bervariasi, ada tafsir quran, fiqih, ilmu hadits, bedah buku, dsb. Semua perubahan itu bukannya membuat Aa Gym dan DT menjadi ditinggalkan umat, namun justru sekarang umat semakin banyak yang datang ke DT tetapi tujuannya jelas tidak seperti dulu, bukan karena sosok Aa Gym, bukan ingin foto bersama, dan bukan ingin melihat Aa Gym. Namun karena haus akan ilmu yang di ajarkan di DT oleh siapapun ustadznya.
Terlepas dari kontroversinya, sosok Aa Gym memang benar-benar berpengaruh dan banyak orang yang mengambil manfaat darinya. Dia adalah entrepreneur sejati, mampu menginspirasi dan mempengaruhi umat, dan sosok yang visioner. Salahsatu contohnya adalah pesantren Daarut Tauhiid sendiri. Masjid DT, Program-program DT, dsb. adalah hasil dari usaha mandiri DT dan Zakat, Infaq, Sodaqoh, dan Wakaf dari umat. Bisa dibayangkan Kompleks DT dan segala isinya yang cukup luas memerlukan dana yang tidak sedikit untuk kegiatan operasionalnya, apalagi Masjidnya yang baru direnovasi menelan biaya hingga bemilyar-milyar dan itu didapat murni dari hasil Wakaf umat, subhanallah.
Dalam setiap ceramahnya Aa tidak memaksa umat untuk mengeluarkan Zakat, Infaq, Sodaqoh, dan Wakaf, namun Aa menceritakan dengan cerita yang mudah difahami tentang keutamaan Zakat, Infaq, Sodaqoh, dan Wakaf. Dan itu berhasil menggerakkan hati umat. Selain itu program dakwah Aa tidak monoton hanya di kajian-kajian, ada SMS tauhid, eco pesantren, buku murah (Rp. 10rb), koperasi pesantren, dsb. Dan sebagian programnya itu gratis dinikmati umat, subhanallah.
Semoga Allah selalu membimbing Aa Gym agar banyak orang dapat mengmbil manfaat dari beliau,, sekian, semoga bermanfaat..

Jan 10, 2012 @ 07:43:19
alhamdulillah saya pernah 2kali ke DT waktu masih sekolah dulu
Jan 10, 2012 @ 14:07:29
alhamdulillah…
Jan 18, 2012 @ 03:12:17
Mantap di ulasannya. Memang skrg DT insyaAllah jauh lebih baik.
Tambahkan juga kalo Aa skrg ngikut perkembangan zaman, dakwah by online. Ada twitter dan sms2 tausiyah..that’s great.
Jan 21, 2012 @ 12:38:56
that’s great… betul2