“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada ALLAH dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan berserah diri (Muslim).” (QS Ali Imran 3 : 102)

Teman-teman pasti sering mendengar ayat diatas, setidaknya ayat ini sering menjadi semacam mukadimah dalam khutbah jumat. Sebelum memulai khutbah jumat biasanya khotib membacakan ayat ini untuk mengingatkan kita semua agar bertaqwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taqwa.

Pernahkah teman-teman berfikir atau mencari tahu apa itu Taqwa? Dalam buku-buku teks Pendidikan Agama Islam yang kita pelajari dari SD sampai SMA mudah ditemui bahwa arti taqwa adalah “Menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah.”. Arti itu memang tidak salah, dan itu adalah ringkasan dari arti taqwa sendiri. Namun adakah arti lain atau penjabarannya?

Saya masih ingat, dulu sewaktu Bapak memberikan sambutan (yang mirip khutbah) nikah :) Kakak sepupu saya, Bapak menjelaskan arti taqwa dengan menceritakan riwayat sebagai berikut:

Pernah suatu ketika Umar bin Khattab ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab ra tentang taqwa. Ubay menjawab, ‘Bukankah anda pernah melewati jalan yang penuh duri?’ Umar menjawab, ‘ya!’. Ubay bertanya lagi, ‘Apa yang anda lakukan saat itu?’ Umar menjawab, ‘ Saya bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati.’ Ubay berkata lagi, ‘Itulah taqwa.”

Berpijak dari jawaban Ubay di atas, Sayid Qutub mengemukakan, ‘Itulah taqwa, kepekaan batin, kelembutan perasaan, rasa takut terus menerus, selalu waspada dan hati-hati jangan sampai kena duri jalanan… Jalan kehidupan yang selalu ditaburi duri-duri godaan dan syahwat, kerakusan dan angan-angan, kekhawatiran dan keraguan, haparan semu atas segala sesuatu yang tidak bisa diharapkan. Ketakutan palsu dari sesuatu yang tidak pantas untuk ditakuti… dan masih banyak duri-duri yang lainnya….”

Hasil pencarian saya yang lain menunjukkan bahwa Taqwa itu berarti takut, tapi tidak seperti takut pada umumnya. Jika takut bahasa arabnya “khawf” sementara Taqwa menunjukkan takut pada Allah, yang mendorong kita berusaha agar membuat Allah tidak murka pada kita.

Lalu, di beberapa ayat al-quran dijelaskan perilaku orang yang bertaqwa.. diantaranya:

mereka yang beriman  kepada yang ghaib,  yang mendirikan shalat,  dan menafkahkan sebahagian rezki  yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab  yang telah diturunkan kepadamu (muhammad) dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu (muhammad),  serta mereka yakin akan adanya  akhirat. (Q.S. Al Baqoroh 2 : 3-4)

Dalam ayat lain disebutkan perilaku yang lain:

orang-orang yang menafkahkan (harta), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan  orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan  orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Q.S. Ali Imron 3 : 134-135)

Begitulah kira-kira saya memaknai Taqwa yang jika disimpulkan Taqwa itu berarti, Sikap hati-hati dan waspada dalam bertindak yang dilandasi rasa takut terhadap Allah sehingga kita selalu berusaha untuk selalu melaksanakan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya..

Jadi apa makna Taqwa menurut teman-teman sekalian?

Wallohu ‘alam bi showab