Ikhwah Fillah (Saudara dijalan Allah)

Februari 23rd, 2012 § 1 Komentar

Sungguh sangat beruntung menjadi seorang muslim. Karena semua muslim adalah saudara, begitu yang Allah jelaskan dalam al-quran. Lalu sudahkah kita mengenal saudara kita? tau keadaannya? dan mendoakannya?

Walaupun kadang kata Silaturahim / silaturahmi lebih familiar diucapkan dan didengar untuk menandakan hubungan persaudaraan sesama muslim, namun mesti dibedakan loh antara silaturahim / silaturahmi dengan ukhuwah. Silaturahim berarti ikatan persaudaraan yang berlandaskan pertalian darah dan pernikahan, sementara ukhuwah lebih luas lagi cakupannya karena ukhuwah adalah ikatan persaudaraan satu iman.

Inilah tahapan dalam ukhuwah agar kita bisa memberikan manfaat bagi saudara kita:

Ta’aruf

Eits jangan salah sangka dulu, ta’aruf maknanya tidak selalu mengenal calon pasangan hidup.. Ta’aruf artinya mengenal saudara kita.. setidaknya kita harus tahu hal-hal berikut:

1. Pernak-perniknya; warna kesukaan, ukuran sepatu, motor, rumah, hobbynya, dst..

2. Warna suaranya, suara langkahnya, cara berjalannya, gaya bicaranya, dst..

3. Kondisi keluarganya..

4. Lainnya: jika jam segini biasanya dimana, dan banyak lagi yang harus kita kenali

Tafahum

Jika ta’aruf soal fisik, nah kalau tafahum soal ‘rasa’. Jika bicaranya begini berarti sedang begini. Jika lebih banyak diam berarti sedang begini. dan sebagainya dan sebagainya..

Takaful

Takaful berarti saling sepenanggungan. Imam syafi’i pernah menangis menyesali diri. Apa masalahnya? Katanya, “Ada saudaraku yang meminjam uang padaku sekedar mencukupi kebutuhan keluarganya. Padahal seharusnya aku tahu sebelum dia sempat meminta! Padahal seharusnya aku tahu sebelum dia sempat meminta! Padahal seharusnya aku tahu!” lalu beliau menangis sesenggukan.

Al-itsar

Inilah puncak ukhuwah. Itsar berarti saudaranya lebih berhak atasnya daripada dirinya sendiri. Kisah kegemilangan itsar ini ditulis dengan tinta emas sejarah islam tentang 3 syuhada perang Yarmuk.

Imam Al-Qurtubi menyebutkan bahwa Al-Adawi mengatakan “Pada hari peperangan Yarmuk, aku pergi membawa sedikit air dan mencari saudara sepupuku di front. Hatiku berfirasat, jikalau nanti saudara sepupuku dahaga, aku akan memberikan air ini padanya.

Akupun berjumpa dengannya, lalu kukatakan padanya, “Aku membawa sedikit air untuk memberimu minum”. Sepupuku menganggukkan kepalanya, tapi tiba-tiba ia mendengar seseorang di sebelahnya mirintih. Sepupuku tidak jadi meminum air itu, lalu ia mengisyaratkan agar aku memberi minum sahabatnya itu.

Akupun menuju orang itu, ternyata dia adalah Hisyam ibn Al-’Ash. Kukatakan pada Hisyam, “Ini aku bawakan sedikit air minum untukmu”. Ketika dia akan minum, terdengarlah rintihan sahabatnya yang lain yang tak jauh darinya. Hisyam tak jadi meminumnya dan mengisyaratkan untuk memberi minum sahabatnya itu. Tetapi, sebelum sempat minum aku dapati sahabatnya itu telah syahid. Maka aku segera menuju Hisyam, namun ia juga telah syahid. Akhirnya aku berlari menemui sepupuku, ternyata ia pun telah syahid.

Tiada seorangpun yang sempat meminum air yang aku bawa, karena masing-masing dari mereka mengutamakan sahabatnya dari dirinya sendiri, padahal dirinya sendiri sangat memerlukan..”

***

Saudaraku, kebersamaan didunia ini tak bermakna apapun jika kita tidak saling mengingatkan agar selalu taqwa kepada Allah. Sesungguhnya bersahabat dengan orang-orang soleh lebih menyelamatkan kita. Berbincang dengannya tidak akan sia-sia. Memandangnya meneduhkan hati. Itulah teman sejati.

Saudaraku, sesungguhnya sangat beruntung bersahabat denganmu, karena Allah Swt. memberitakan bahwa hanya kebersamaan, persahabatan dan pertemanan  yang didasari atau dilandaskan iman dan takwalah yang abadi. Allah Swt berfirman, ”Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Az Zukhruf : 67). Rosulullah SAW pun berpesan dalam sebuah haditsnya bahwa kita akan dibangkitkan pada hari kiamat bersama orang-orang yang kita cintai.

Saudaraku, tetaplah istiqomah dijalan-Nya walaupun kita suatu saat dipisahkan jarak.. Tetaplah saling mendoakan. Ya Allah kumpulkanlah kami di syurgamu kelak. Ya Allah dekatkanlah aku dengan orang-orang yang dekat denganmu.

***

Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkanku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Mungkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janji-Nya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasih-Nya

Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah gelita hadirlah cahaya

(Brothers – Untukmu Teman)

(Sumber bacaan: Gue Never Die – Salim A. Fillah)

Tagged: , , , , ,

§ One Response to Ikhwah Fillah (Saudara dijalan Allah)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ikhwah Fillah (Saudara dijalan Allah) at Catatanku.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.