Nikah – 2: Merindukan Pernikahan Barokah

“Semoga bahagia dan banyak anak”, kata para tamu kepada pengantin laki-laki. Hari itu, Uqail ibnu Abu Thalib menikah dengan seorang wanita dari kalangan Bani Jasym. Mereka memberi ucapan selamat seperti ucapan selamat yang sering kita denga sekarang. Pada masa kita, kadang malah ditulis. Termasuk dalam undangan.

Menerima ucapan selamat tersebut, Uqail segera teringat Rasulullah Muhammad SAW. Kemudian ia berkata, “Jangan kalian mengatakan demikian, karena sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarang hal tersebut.”

“Kalau demikian,” kata mereka, “apakah yang harus kami katakan, wahai Abu Zaid?”

“Katakanlah oleh kalian,” jawab Uqail, “Semoga Allah membarokahi kalian dan melimpahkan barokah kepada kalian. Demikian yang diperintahkan kepada kita.”

Kenangan indah dalam resepsi pernikahan Uqail bin Abu Thalib ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ibnu Sinni dan yang lainnya dalam sebuah hadis dengan kedudukan hasan.

Dari riwayat tersebut, mengapa kita disuruh mendo’akan dengan do’a barokah dan tidak dengan do’a banyak anak, padahal ada beberapa anjuran untuk memperbanyak anak? Allohu a’lam bishowab.

Ucapan salam ketika sesama muslim berjumpa pun adalah do’a barokah. Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh. Sebelum sampai kepada barokah, kita mendo’akan semoga Alloh melimpahkan salam (kedamaian dan ketenteraman) dan rahmat. Sebuah keluarga bisa barokah jika didalamnya ada sakinah. Mereka merasakan ketenteraman dalam keadaan diguncang kesulitan atau dikaruniai kesuksesan, suami-istri merasakan ketenteraman saat berdekatan.

Jika suatu keluarga penuh barokah dan Alloh melimpahkan barokah atas keluarga tersebut, maka akan didapati rumah tangga yang diliputi mawaddah wa rohmah (ketulusan cinta dan kasih sayang). Tanpa adanya sakinah, mawaddah wa rohmah, keluarga sulit mencapai barokah dan penuh dengan kebarokahan. Suami-istri tidak bisa saling mencurahkan kasih-sayang secara penuh. Mereka tidak bisa saling menerima, mempercayai dan memaafkan kekurangan-kekurangan, padahal setiap kita selalu punya kekurangan.

Jadi, jika kita mendo’akan barokah, insya Alloh kita juga mendo’akan sakinah, mawaddah wa rohmah. Kita juga mendo’akan mereka mendapatkan keturunan yang barokah. Biar anak banyak asal barokah, sungguh sangat alhamdulillah.

***

Jika pernikahan kita barokah, insya Alloh kita mendapati pernikahan sebagai jalan yang menyelamatkan. Siapa saja yang terselamatkan? kita, istri atau suami, anak-cucu kita, serta orang tua kita. Mereka akan saling tolong menolong dengan amalnya, sepanjang anak, istri, orangtua tetap dalam keimanan dan ketakwaan.

“Masuklah ke surga beserta istri kamu untuk digembirakan.” (Q.S. Az-Zukhruf: 70)

“Surga ‘adn, mereka masuk kedalamnya bersama mereka yang saleh diantara orangtua mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka.” (Q.S. Ar-Ra’d: 23)

“Dan orang-orang beriman, lalu anak-cucu mereka mengikuti mereka dengan iman, Kami susulkan keturunan mereka pada mereka, dan Kami tidak mengurangi amal mereka sedikitpun.” (Q.S. At-Thur: 21)

Pernikahan yang barokah insya Alloh banyak melahirkan keutamaan, termasuk tumbuhnya kebiasaan yang baik (sunnah hasanah). Sebaliknya, pernikahan yang tidak berkah akan menghasilkan berbagai kebiasaan yang buruk (sunah sayyi’ah).

Sunnah-hasanah bisa jadi “hanya” berkenaan dengan bagaimana kita menghidupkan suasana dalam keluarga dan tidak ada yang mengetahui kecuali anak-anak kita, sehingga anak-anak kita kelak menirunya setelah berumah tangga. Sebaliknya, sunnah sayyi’ah pun lingkupnya bisa hanya dalam keluarga. Lalu berkembang kepada keluarga-keluarga lain.

***

Bagaimana usaha untuk mencapai nikah yang barokah? Wallohu a’lam bishowab.

Pertama adalah niat. Niat ketika menikah, niat ketika mengadakan walimah sampai niat ketika memberikan mahar kepada istri. Semakin baik dan jernih niatnya, semakin besar barokahnya. Jika kita menikah agar dapat menjaga pandangan dan menjaga kemalua, atau menyambung tali silaturrahim, maka Alloh akan memberikan barokah bagi kita.

Namun jika kita menikah karena silau dengan harta, sedang agama dan akhlak menjadi pertimbangan nomor 2 maka pernikahan kita bisa jadi tidak akan barokah sama sekali.

Selain pertimbangan ketika menerima pinangan, proses menuju nikah juga banyak mempengaruhi apakah pernikahan akan penuh barokah atau justru mendatangkan rasa kecewa. Nikah bisa kurang barokahnya jika kita mempersulit proses. Ada perbedaan antara mempersulit proses dengan kesulitan. Yang terakhir insya Alloh akan menambah kedekatan serta kuatnya jalinan perasaan antara suami-istri.

Bagaimana keadaan hati kita ketika memutuskan untuk menikah juga mempengaruhi. Jika kita menyegerakan nikah, insya Alloh keluarga kita akan penuh barokah. Namun jika kita tergesa-gesa, kekecewaan lebih mudah kita dapatkan daripada kebahagiaan. Perbedaan antara menyegerakan dan tergesa-gesa tipis sekali jika tidak bisa mengenali, tapi akibatnya jauh berbeda. Jika kita bersedia menikah dengan pemuda yang masih sendirian agar dia tidak jatuh maksiat, insya Alloh nikah kita sangat penuh barokah. Rezeki kita diluaskan Alloh sedang akhlak suami akan diperbaiki oleh Alloh. Bisa jadi awalnya biasa-biasa, setelah menikah dia menjadi sangat mulia akhlaknya.

Rosululloh SAW menjanjikan, “Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantara kamu, sesungguhnya Alloh akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rezeki mereka, dan menambah keluhuran mereka.”

Pelaksanaan akad nikah juga ikut mempengaruhi barokah nikah. Juga proses sesudahnya, apa yang kita lakukan bersama-sama setelah melaksanakan akad nikah yang disaksikan malaikat dan manusia. Pelaksanaan walimah juga penting untuk diperhatikan.

Bersambung…

Di sarikan dari muqodimah buku “Kupinang Engkau dengan Hamdalah” karya Mohammad Fauzil Adhim.

About these ads

Ditandai:,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: