Nasihat Lukmanul Hakim kepada Anaknya

Januari 27th, 2012 § Tinggalkan sebuah Komentar

Kita pasti sudah tahu siapa Lukmanul Hakim, beliau adalah seorang budak yang diberikan ilmu hikmah oleh Allah sehingga derajatnya sangat mulia disisi Allah. Bahkan Allah abadikan hikmah-hikmah nya dalam sebuah surat di Al-Quran yaitu surat Luqman.. Semoga saya dan kita semua dapat mengambil hikmahnya

Dalam surat Luqman diceritakan bahwa luqman memberikan nasihat kepada anaknya, berikut nasihat-nasihat luqman kepada anaknya:

1. Jangan mempersekutukan Allah

Dan  ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan  adalah benar-benar  kezaliman  yang besar”. (Q.S. Luqman 31: 13)

Dalam ayat 14 nya Allah memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orangtua, terlebih ibu. Kemudian bersyukur kepada Allah dan kepada kedua orang tua. Dalam ayat 15 ditegaskan bahwa jika orangtua menyuruh untuk mempersukutukan Allah maka jangan ditaati, selain itu berlaku baiklah pada kedua orang tua.

2. Semua perbuatan akan ada balasannya

(Luqman berkata)  “Hai anakku, sesungguhnya jika ada  (perbutan) seberat  biji  sawi,  dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan  mendatangkannya  (balasannya).  Sesungguhnya Allah Maha Halus  lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Luqman 31: 16)

3. Dirikanlah sholat, amar ma’ruf nahi munkar, dan bersabarlah

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (orang) mengerjakan yang baik dan cegahlah dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal  yang diwajibkan . (Q.S. Luqman 31: 17)

4. Jangan sombong

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia dan janganlah  kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman 31: 18)

5. Sederhana dan lembut

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Q.S. Luqman 31: 19)

Taujih Ustad tentang Keutamaan Menghafal Quran

Januari 25th, 2012 § 2 Komentar

Bisa jadi orang yang tidak menghafal quran itu adalah orang yang bukan tidak ingin tetapi orang tidak terfikirkan setiap harinya untuk menghafal quran. Maka peliharalah semangat untuk menghafal quran itu setiap hari..

Yang dituntut adalah menghafal quran bukan hafal quran, masalah hafal atau tidaknya setelah kita menghafal quran itu bab lain.

Menghafal quran tidak seperti menghafal buku pelajaran atau materi kuliah.. jika kita tidak hafal buku atau materi kuliah maka kita tidak bisa mengerjakan soal ujian dan otomatis nilai kita akan rendah. Namun dalam menghafal quran, walaupun hasil akhirnya kita tidak hafal quran tetapi nilai kita tetap tinggi dimata Allah.. walau hafalan quran kita ada yang lupa namun amal menghafal kita sudah dicatat oleh malaikat..

Mengapa harus menghafal quran?

  1. Dengan menghafal quran berarti kita telah membacanya juga.. Dan pahala membaca quran itu sangat besar apalagi jika diulang-ulang
  2. Alquran akan menjadi syafaat di hari kiamat nanti

    Rasulullah SAW bersabda “Bacalah Al-Quran, sebab kelak pada hari kiamat dia akan datang memberikan syafaat kepada pembacanya.” (H.R. Muslim)

  3. Iri yang diperbolehkan adalah kepada penghafal Quran

    Nabi SAW bersabda, “Tidak boleh ada iri, kecuali dalam dua hal, yakni terhadap seorang yang diberi kemampuan menghafal Quran, lalu ia baca, baik pada malam hari maupun siang hari; dan terhadap seseorang yang dikaruniai harta oleh Allah lalu ia infaqkan, baik pada malam hari maupun siang hari.” (H.R. Bukhari-muslim)

  4. Terbata-bata pun mendapat pahala

    Rosulullah SAW bersabda, “Orang yang gemar membaca Al-Quran dan sudah lihai dalam membacanya kelak akan bersama golongan mereka yang mulia lagi berbakti. Adapun orang yang gemar membaca Al-Quran namun dalam membacanya masih terbata-bata, maka dia akan mendapat dua pahala.” (H.R. Bukhari-Muslim)

  5. Turun sakinah dan rahmat Allah

    Rosulullah bersabda, “Tidaklah suatu kaumberkumpul di salahsatu rumah Allah lalu membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan akan turun ketenangan kepada mereka; mereka akan diliputi rahmat; mereka akan dinaungi para malaikat; dan Allah akan membanggakan mereka dihadapan malaikat yang ada disisi-Nya.” (H.R. Muslim)

  6. Dan banyak lagi kebaikan lainnya di dunia maupun di akhirat

Tips, menghafal quran dan menjaga hafalan quran:

  1. Ada teman “sparing partner” atau ustad, murobbi, dst.. untuk murojaah bareng, tempat menyetorkan dan mengevaluasi hafalan
  2. Ayat / surat yang telah dihafal harus sering dipake sholat, terutama Tahajjud dan sholat sunnat lainnya
  3. Waktu yang baik untuk menghafal adalah waktu subuh (sebelum atau sesudahnya)
  4. Tumbuhkan keinginan untuk menghafal atau mengulang hafalan (murojaah) setiap hari

Dan benar kata pak ustadz, satu Ibadah yang dilakukan itu akan menumbuhkan Ibadah lainnya.. contohnya jika kita menghafal quran maka kita akan berusaha untuk rajin sholat Tahajjud, sholat dhuha, dsb.. untuk mengulang hafalan kita..

Terakhir, perhatikan hadits berikut ini:

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

- Ayo targetkan di 2012 ini menghafal quran –

Taqwa

Januari 10th, 2012 § 7 Komentar

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada ALLAH dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan berserah diri (Muslim).” (QS Ali Imran 3 : 102)

Teman-teman pasti sering mendengar ayat diatas, setidaknya ayat ini sering menjadi semacam mukadimah dalam khutbah jumat. Sebelum memulai khutbah jumat biasanya khotib membacakan ayat ini untuk mengingatkan kita semua agar bertaqwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taqwa.

Pernahkah teman-teman berfikir atau mencari tahu apa itu Taqwa? Dalam buku-buku teks Pendidikan Agama Islam yang kita pelajari dari SD sampai SMA mudah ditemui bahwa arti taqwa adalah “Menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah.”. Arti itu memang tidak salah, dan itu adalah ringkasan dari arti taqwa sendiri. Namun adakah arti lain atau penjabarannya?

Saya masih ingat, dulu sewaktu Bapak memberikan sambutan (yang mirip khutbah) nikah :) Kakak sepupu saya, Bapak menjelaskan arti taqwa dengan menceritakan riwayat sebagai berikut:

Pernah suatu ketika Umar bin Khattab ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab ra tentang taqwa. Ubay menjawab, ‘Bukankah anda pernah melewati jalan yang penuh duri?’ Umar menjawab, ‘ya!’. Ubay bertanya lagi, ‘Apa yang anda lakukan saat itu?’ Umar menjawab, ‘ Saya bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati.’ Ubay berkata lagi, ‘Itulah taqwa.”

Baca selengkapnya

7 Wasiat Rosulullah Kepada Abu Dzar Al-Ghifari

Januari 8th, 2012 § 2 Komentar

Postingan kali ini saya ingin berbagi nasihat, sekaligus ini untuk menasehati diri saya sendiri. Judulnya adalah seperti yang tertera di atas :D , teman-teman pasti sudah pernah mendengar sahabat Nabi yang bernama Abu Dzar Al-Ghifari. Jika belum tau, bisa teman-teman baca di link ini Abu Dzar Al-Ghifari.

Wasiat ini memang ditujukan kepada Abu Dzar namun sejatinya ditujukan juga kepada suluruh manusia. Wasiat yang dimaksud termaktub dalam Hadits Nabi SAW berikut:

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”. (H.R. Ahmad, Thabrani, Ibnu Hibban, Baihaqqi)

Baca selengkapnya

Aa Gym dan Daarut Tauhiid

Desember 29th, 2011 § 4 Komentar

Aa Gym, siapa yang tidak kenal beliau? Setidaknya beliau pernah ‘berjaya’ di kancah dunia dakwah Televisi di tahun 2003 hingga 2007 (seingat saya) sebelum akhirnya tidak begitu popular lagi setelah 2007. Tapi saat ini nama Aa Gym mulai muncul di TV lagi walau tidak sesering dulu. Teman-teman pasti sudah tahu salahsatu sebabnya mengapa Aa Gym sempat tidak popular, tapi disini saya tidak akan membahas itu karena hanya orang-orang bodoh yang mengkritisi perkara yang jelas-jelas dihalalkan Allah SWT. Saya disini hanya ingin menceritakan perubahan orientasi serta isi dakwah Aa Gym sepanjang saya mengikuti ta’lim Beliau :) .

Sejak tahun 2004 saya sudah sering melihat beliau hilir mudik di TV, namun baru pada tahun 2006, ketika saya diberi kesempatan untuk kuliah di Politeknik Negeri Bandung, saya bisa bertandang langsung ke pesantrennya yaitu Daarut Tauhiid (DT). Sekilas tentang Daarut Tauhiid, ketika pertama kali kesana saya merasa kagum, wow, ini gara-gara pengaruh satu orang Aa Gym kawasan gegerkalong girang (lokasi DT) menjadi seperti kawasan santri dan pendidikan. Ekonomi di kawasan itu benar-benar hidup, disana banyak ditemui pedagang-pedagang yang baik hati, jujur, dan semangat. Banyak hilir mudik mahasiswa/I yang membawa buku, I’tikaf di masjid, atau sekedar diskusi di kawasan DT. Memang DT berdekatan dengan kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), jadinya banyak mahasiswa/I UPI yang hilir mudik di DT.

Baca selengkapnya

Bapak

Desember 29th, 2011 § 2 Komentar

Lebih banyak diam, keras memegang prinsip, tidak takut pada siapapun, dan pekerja keras itulah beberapa sifat Bapak yang bisa saya simpulkan. Untuk urusan bicara, Bapak memang irit, bahkan ketika kami anak-anaknya sudah tinggal jauh dari rumah, Bapak jarang menanyakan kabar kami, Ibu yang selalu menelpon untuk sekedar menanyakan kabar kami, tapi saya yakin dibalik sifat ‘cuek’ nya, Bapak juga selalu mendoakan kami.

Keras memegang prinsip, ah sifat ini yang sempat membuat saya sedih sewaktu kecil. Bapak adalah orang yang sangat berhati-hati dalam bertindak, Bapak akan melarang anak-anaknya untuk mengerjakan sesuatu jika menurutnya itu buruk. Dulu sewaktu kecil banyak teman sebaya saya yang merayakan Hari Lahir atau Ulang Tahun atau Milad. Bapak tidak setuju dengan kegiatan Ulang Tahun ini, dan saya dilarang untuk menghadiri acara perayaan Ulang Tahun teman-teman saya ini. Memang untuk urusan Hari Lahir Bapak mengajarkan untuk tidak merayakannya, dan itu terjadi di keluarga saya. Tapi untuk menghadiri perayaan Ulang Tahun Bapak melarangnya juga, ah,,betapa sedihnya saya waktu itu, tidak bisa kumpul bareng teman-teman dan merasa dikucilkan. Namun setelah saya besar saya jadi bersyukur telah diajarkan seperti itu oleh Bapak, ternyata Ulang Tahun adalah tasyabuh (ikut-ikutan) budaya Nasrani :) .

Baca selengkapnya

Terasa butuh alat untuk memotret

Desember 22nd, 2011 § 2 Komentar

Postingan ini sekedar curhatan  yang tidak begitu penting :D . Akhir2 ini saya merasa butuh dengan kamera, banyak momen yang terjadi disekitar saya atau tempat yang saya kunjungi yang perlu saya abadikan. Koleksi foto itu nantinya bisa untuk koleksi pribadi atau di share di blog ini. Semoga ada rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.. amin..

Karakteristik Akhlak Seorang Muslim

Desember 19th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Akhlak adalah perangai, sifat atau tingkah laku yang sudah menjadi kebiasaan. Tingkah laku yang tidak atau belum menjadi kebiasaan tentu belum dikatakan akhlak. Imam Ghazali menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.

Untuk itu perangai yang baik perlu dibiasakan agar menjadi akhlak. Aristoteles berkata “Akhlak is not an act, it’s a habbit” (dengan sedikit perubahan).

Berikut ini adalah karakteristik akhlak seorang muslim yang dipaparkan oleh Ust. Aam Amiruddin dalam Majelis Percikan Iman:

1. Rabbaniyah

Rabbaniyah maksudnya adalah sesuai dengan wahyu Allah yaitu alquran dan juga sunnah Nabi Muhammad SAW. Mengapa sunnah nabi juga? karena apa yg diucapkan dan dikerjakan oleh nabi semata-mata tidak memeperturutkan hawa nafsunya melainkan atas bimbingan Allah SWT. Simak firman Allah berikut:

“dan tiadalah yang diucapkannya itu  menurut kemauan hawa nafsunya.” (Q.S. An-Najm 53: 3)

Tugas utama rosul diutus di muka bumi ini adalah menyempurnakan akhlak manusia.

Aku hanya diutus untuk menyempurnakan kemulian akhlak. (H.R. Bukhari)

2. ‘Alamiyah wa syumul

Sebagai konsekuensi logis dari ciri pertama akhlak sorang muslim yaitu Rabbaniyah, maka ciri selanjutnya adalah bersifat universal (‘alamiyah) dan komprehensif (syumul). Mengapa bisa begitu? karena wahyu itu berasal dari Allah, raja dan pengatur alam semesta, maka wahyunya bersifat universal untuk semua makhluk ciptaannya dan komprehensif mencakup seluruh aspek kehidupan.

Katakanlah : “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin , lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang mena’jubkan, memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak  beranak.” (Q.S. Al-Jin 72: 1-3)

Baca selengkapnya

Batu Karas, Green Canyon, Pangandaran

Desember 12th, 2011 § 2 Komentar

Sekitar bulan september kemarin saya dan teman-teman ber 7 (saya, deny, rifki, yovie, iksan, handoko, mas sahrul) liburan ke daerah Ciamis tepatnya pantai Batu Karas selama dua hari. Saya baru tahu ternyata Batu Karas ini dekat dengan Green Canyon dan Pangandaran, jadi sekalian kita jalan-jalan ke sana juga.

Perjalanan dari bandung menuju Batu Karas normalnya ditempuh dalam waktu 5 jam menggunakan mobil pribadi, namun dulu kami bermalam dahulu di kota Tasikmalaya tidak langsung ke Batu Karas.

Buat yang belum tahu Batu Karas, silakan googling sendiri :D yang pasti pantainya tidak seramai Pangandaran, ombaknya cukup besar makanya banyak turis asing main surfing disini. Oia, makanan di sekitar pantai Batu Karas harganya standard, tidak terlalu mahal. Di pinggir-pinggir pantai banyak penginapan dari yang harganya murah meriah sampai high-class. Dulu kami menyewa 1 kamar kira-kira ukuran 3*5 meter, 2 kasur, 1 kamar mandi di dalam dengan harga Rp. 200rb / sehari semalam, cukup murah kan? dan satu kamar itu kami isi 7 orang :D .

Berikut beberapa foto yang kami abadikan kala itu, maaf jika hasilnya jelek karena kami bukan fotografer profesional :D

Sudut Batukaras Ketika Senja

Sudut Batukaras Ketika Senja

Pantai Batu Karas Ketika Senja

Pantai Batu Karas Ketika Senja

Melihat Pantai dari Atas Tebing Karang di Batu Karas

Melihat Pantai dari Atas Tebing Karang di Batu Karas

Makan Malam di Cafe dekat Penginapan di Batu Karas

Makan Malam di Cafe dekat Penginapan di Batu Karas

Setelah sehari semalam kami menikmati keindahan pantai Batu Karas, besoknya kami lanjutkan perjalanan ke Green Canyon yang hanya ditempuh dalam waktu 1/2 jam dari Batu Karas.

Bergaya di Pintu Gerbang Green Canyon / Cukang Taneuh

Bergaya di Pintu Gerbang Green Canyon / Cukang Taneuh

Tebing di Green Canyon

Tebing di Green Canyon

Berenang di Green Canyon

Berenang di Green Canyon

Dari Green Canyon, sambil perjalanan pulang kami lanjut ke Pangandaran karena tidak mau rugi liburan 2 hari harus full holiday :D . Kami sengaja tidak ke pantai Pangandarannya, karena waktu tidak cukup jadinya kami cuma mampir di Taman Air Sabda Alam Pangandaran.

Dari brosur yang kami terima sih Taman Airnya kereeeen, view-nya pantai Pangandaran dan wahana airnya cukup lengkap. Ketika kami sampai kesana,, jreng-jreng,, memang benar view-nya adalah pantai Pangandaran, bagus sekali, jadi ketika kita berenang di kolam renang, kita bisa sekalian lihat pantai Pangandaran didepan kita. Namun obyek wisata ini kurang terawat, banyak lumut dimana-mana, sedikit kecewa sih, namun tak apalah karena kami semua dibayarin masuk oleh mas Sahrul :D (*terimakasih mas)

Taman Air Sabda Alam di Pangandaran

Taman Air Sabda Alam di Pangandaran

Sedang Meluncur di Slider

Sedang Meluncur di Slider

Sudah dulu ah, liburan-liburan selanjutnya mudah2an lebih seru, berkesan, dan sudah punya kamera sendiri biar bisa leluasa motret.

Belajar Konsep OO dan Java

Desember 12th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Saya tidak akan menerangkan konsep OO dan Java disini karena saya hanya ingin men-share blog bagus yang mencoba mengupas tuntas konsep OO dan Java. Kebetulan kontributor blog tersebut adalah teman-teman saya seangkatan dulu ketika kita berjuang bersama di Politeknik Negeri Bandung, pada saat kuliah mereka memang pakarnya OO dan Java dan sekarang ketika sudah berpencar untuk bekerja, kerjanya tetap di OO dan Java. Langsung saja cekidot, semoga bermanfaat:

bengkel java

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.