Bidadari Untuk Umar
Mei 5th, 2010 § 2 Komentar
Umar r.a. adalah salah satu dari sahabat Rasulullah Saw. Semenjak ia memeluk islam kaum muslimin seakan memperoleh suatu kekuatan yang sangat besar. Sejak itulah mereka berani sholat dan thowaf dika’bah secara terang-terangan. Umar r.a. adalah seorang yang waro’, ia sangat teliti dalam mengamalkan Islam. Umar r.a. mempelajari surah Al-Baqoroh selama 10 tahun, ia kemudian melapor kepada Rasulullah Saw., “Wahai Rasulullah Saw., apakah kehidupanku telah mencerminkan surah Al-Baqoroh, apabila belum maka aku tidak akan melanjutkan ke surah berikutnya”. Rasulullah menjawab, “Sudah…”!.
Umar r.a. mengamalkan agama sesuai dengan kehendak Allah Swt. Karena kesungguhannya itu maka banyak ayat di Al-Qur’an yang diturunkan Allah berdasarkan kehendak yang ada pada hatinya, seperti mengenai pengharaman arak, ayat mengenai hijab, dan beberapa ayat Al-Qur’an lainnya.
Rasulullah Saw seringkali menceritakan kepada para sahabatnya mengenai perjalannya mi’raj menghadap Allah Swt. Beliau Saw., sering pula menceritakan bagaimana keadaan surga yang dijanjikan Allah Swt kepada sahabat-sahabatnya. Suatu hari ketika Rasulullah Saw dimi’rajkan menghadap Allah malaikat Jibril As memperlihatkan kepada Beliau Saw., taman-taman surga. Rasulullah Saw., melihat ada sekumpulan bidadari yang sedang bercengkrama.
Ada seorang bidadari yang begitu berbeda dari yang lainnya. Bidadari itu menyendiri dan tampak sangat pemalu. Rasulullah Saw., bertanya kepada Jibril As., “Wahai Jibril bidadari siapakah itu”?. Malaikat Jibril As., menjawab, “Bidadari itu adalah diperuntukkan bagi sahabatmu Umar”. Pernah suatu hari ia membayangkan tentang surga yang engkau ceritakan keindahannya. Ia menginginkan untuknya seorang bidadari yang berbeda dari bidadari yang lainnya. Bidadari yang diinginkannya itu berkulit hitam manis, dahinya tinggi, bagian atas matanya berwarna merah, dan bagian bawah matanya berwarna biru serta memiliki sifat yang sangat pemalu. Karena sahabat-mu itu selalu memenuhi kehendak Allah Swt maka saat itu juga Allah Swt menjadikan seorang bidadari untuknya sesuai dengan apa yang dikehendaki hatinya”.
Sumber: ini
Bidadari Syurga
Januari 10th, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar
Mereka sangat cangat cantik, memiliki suara-suara yang indah dan berakhlaq yang mulia. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu. Siapapun ingin bertemu dengan mereka, ingin bersama mereka dan ingin hidup bersama mereka.
Semuanya itu adalah anugrah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan sifat-sifat terindah kepada mereka, yaitu bidadari-bidadari surga. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati wanita-wanita penghuni surga sebagai kawa’ib, jama’ dari ka’ib yang artinya gadis-gadis remaja. Yang memiliki bentuk tubuh yang merupakan bentuk wanita yang paling indah dan pas untuk gadis-gadis remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari, karena kulit mereka yang indah dan putih bersih. Aisyah RadhiAllohu anha pernah berkata: “warna putih adalah separoh keindahan”
Bangsa Arab biasa menyanjung wanita dengan warna puith. Seorang penyair berkata:
Kulitnya putih bersih gairahnya tiada diragukan
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan
dia menjadi perhatian karena perkataannya lembut
Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat