Antara Dinar, Emas Lantakan, dan Perhiasan

Oktober 24th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Pada postingan sebelumnya tentang Emas kita telah mengetahui setidaknya ada 3 jenis bentuk Emas yang biasa dijadikan alat untuk proteksi nilai dan investasi jangka panjang, yaitu: Dinar, Emas Lantakan, dan Perhiasan. Lalu dalam bentuk apakah kita akan menyimpan Emas?

M. Iqbal Muhaimin dari geraidinar.com mencoba membuat kelebihan dan kelemahan ketiganya, agar kita semua bisa mengambil keputusan mana bagi kita yang terbaik. Berikut penduannya :

Kelebihan Dinar

  1. Memiliki sifat unit account; mudah dijumlahkan dan dibagi. Jika kita punya 100 Dinar – hari ini mau kita pakai 5 Dinar maka tinggal dilepas yang 5 Dinar dan di simpan yang 95 Dinar.
  2. Sangat liquid untuk diperjual belikan karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan.
  3. Memiliki nilai da’wah yang tinggi karena sosialisasi Dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab Zakat misalnya ditentukan denga Dinar atau Dirham – umat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui Dinar dan Dirham ini.
  4. Nilai jual kembali tinggi, mengikuti perkembangan harga emas internasional; hanya dengan dikurangkan biaya administrasi dan penjualan sekitar 4 % dari harga pasar. Jadi kalau sepanjang tahun lalu Dinar mengalami kenaikan 31 %, maka setelah dipotong biaya 4 % tersebut hasil investasi kita masih sekitar 27 %.
  5. Mudah diperjual belikan sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Kelemahan Dinar

  1. Di Indonesia masih dianggap perhiasan, penjual terkena PPN 10 % (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar ‘toko emas’ penjual Dinar adalah 2 %).
  2. Ongkos cetak masih relatif tinggi yaitu berkisar antara 3 % – 5 % dari nilai barang tergantung dari jumlah pesanan.

Baca selengkapnya

8 Hal yang harus diketahui tentang Emas

Oktober 21st, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Bicara tentang Dinar Islam, selalu bicara soal emas. Sebab itu, segala hal yang terjadi dalam pasar emas, juga berlaku bagi Dinar. Berikut ini tulisan dari Iqbal Muhaimin (geraidinar.com) yang menuliskan delapan hal tentang emas, diambil dari tulisan James Turk, CEO GoldMoney. Inilah delapan hal yang harus diketahui tentang emas:

    1. Emas adalah komoditi yang spesial dan unik : Emas digali dari perut bumi dan terakumulasi di permukaan bumi. Emas tidak dikonsumsi, jadi jumlahnya terus bertambah. Meski demikian emas selalu menjadi barang langka karena seluruh emas yang ada di permukaan bumi saat ini diperkirakan hanya berkisar antara 150.000 ton – 160.000 ton saja.
    2. Suplai emas dunia terbatas pada yang berada di permukaan bumi : Karena tidak dikonsumsi, maka total suplai emas di seluruh dunia sama dengan jumlah emas di permukaan bumi. Kenaikan tiap tahun suplai ini berkisar antar 1.5 % – 1.7 %.
    3. Emas adalah uang sepanjang zaman : Emas selalu menjadi uang dalam sejarah manusia – diakui ataupun tidak. Fakta pemerintahan-pemerintahan di dunia mengendalikan nilai mata uang kertasnya dengan mempengaruhi suplai emas di pasar adalah sebuah pengakuan bahwa emas-lah yang sebenarnya uang itu.
    4. Emas adalah alternatif dari US Dollar dan mata uang kertas lainnya : Seluruh mata uang kertas turun nilainya dari waktu ke waktu karena uang baru selalu bisa dicetak kapan saja dan berapa saja pemerintah mau. Emaslah yang memiliki daya beli yang nyata – bukan US Dollar, Rupiah, atau mata uang kertas lainnya.
    5. Daya beli emas stabil sepanjang zaman : Untuk ini saya sudah menulis di setidaknya dua artikel sebelumnya. Satu tulisan berdasarkan statistika modern dan satu lagi berdasarkan keimanan pada al-qur’an dan al-hadits.
    6. Nilai emas ditentukan oleh pasar : Meski pemerintahan-pemerintahan di dunia berusaha mempengaruhi harga emas dunia, kemampuan mereka terbatas dan makin lama makin habis pengaruhnya. Lihat tulisan saya kemarin tentang cadangan emas di bank-bank sentral seluruh dunia yang terus menurun karena digunakan untuk usaha mempengaruhi harga emas dunia.
    7. Emas selalu dalam kondisi ‘bull market’ : tahun 1994 harga 1 Dinar adalah Rp. 111.000; hari ini 1 Dinar berharga Rp. 1.150.000. artinya emas harganya naik 10 kali lipat dalam 14 tahun terakhir. Apa yang menghalangi harga emas untuk naik 10 kali lipat lagi dalam 14 tahun kedepan? Tidak ada!. Artinya bisa saja harga 1 Dinar akan mencapai Rp. 11.5 juta pada saat anak Anda yang baru lahir sekarang – masuk SMA! Di tahun 2022. Tapi ingat, dalam jangka pendek harga emas selalu bergejolak naik-turun seperti yang terjadi hari-hari ini.
    8. Beli emas dalam bentuk fisik (berupa koin atau batangan) dan jangan membeli hanya dalam bentuk sertifikat : Jangan terlalu mengandalkan sistem perdagangan modern yang menggantungkan pada surat berharga, surat hutang dan sejenisnya – meskipun di back-up dengan emas. Penggunaan emas secara fisik jauh lebih aman untuk keperluan investasi dan proteksi nilai.

Investasi dalam bentuk uang kertas (money Paper), dalam banyak ragamnya, jelas merugikan karena nilai intrinsiknya terus-menerus merosot. Beda jika kita investasi dalam bentuk emas, nilai intrinsiknya selalu stabil, bahkan dibanding dengan uang kertas maka selalu naik. Hanya saja, banyak dari kita yang masih bingung, jika hendak investasi emas, dalam bentuk apa : koin dinar, emas lantakan (batangan), atau emas perhiasan?

Sumber: majalah eramuslim digest edisi 8

Di mana saya?

You are currently browsing entries tagged with emas at Catatanku.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.