Intelligent Transportation System (ITS)
Mei 1st, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar
Menurut wikipedia, ITS mengacu pada upaya untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi pada infrastruktur transportasi dan kendaraan yang bertujuan untuk mengelola faktor-faktor yang biasanya saling bertentangan, yaitu kendaraan, beban, dan rute untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi pemakaian kendaraan, waktu tempuh transportasi, dan konsumsi bahan bakar.
Di Negara-negara maju seperti Jepang, Korea selatan, Amerika serikat, dan Kanada ITS telah diimplementasikan dengan baik untuk menangani masalah kemacetan lalu lintas. Kita tahu masalah transportasi utama di Negara-negara tersebut adalah tidak seimbangnya pertumbuhan jalan dengan bertambahnya jumlah kendaraan pribadi. Pertumbuhan jalan sudah maksimum sedangkan jumlah kendaraan pribadi semakin bertambah, inilah salah satu penyebab kepadatan arus lalu lintas. Dengan ITS masalah kepadatan lalu lintas dapat diatasi.
ITS diterapkan berbeda-beda di tiap wilayah, tergantung masalah transportasi yang dihadapi, contoh jenis penerapan ITS antara lain:
Area Traffic Control System (ATCS)
ATCS adalah sebuah sistem pengaturan lalu lintas bersinyal terkoordinasi yang diatur mencakup satu wilayah secara terpusat. Dengan ATCS, penataan siklus lampu lalu lintas dilakukan berdasarkan input data lalu lintas yang diperoleh secara real time melalui kamera CCTV pemantau lalu lintas pada titik-titik persimpangan.
Di kota-kota besar di Indonesia ATCS sudah diterapkan di persimpangan-persimpangan jalan yang padat. Walaupun ATCS sudah diimplementasikan namun kemacetan lalu lintas tetap terjadi, ini disebabkan karena peralatan ATCS nya tidak berfungsi, usut punya usut ternyata masalahnya adalah tidak adanya tenaga teknis yang mengoperasikannya dan tidak adanya daya listrik yang cukup tersedia sehingga ATCS dibiarkan menganggur tanpa pemeliharaan dan akhirnya rusak.
Electronic Toll Collection System (ETCS)
Persoalan klasik di jalan tol adalah lama waktu yang diperlukan untuk transaksi pelanggan di gerbang tol. ETCS diterapkan untuk mempersingkat waktu transaksi di gerbang tol dengan prinsip E-Payment atau Cashless Payment, yaitu pembayaran secara elektronis, tanpa menggunakan uang tunai atau Pemrosesan transaksi secara eletronis menggunakan jalur telekomunikasi antar gerbang tol.
Di Malaysia, ETCS telah diterapkan dengan baik, sehingga jalan tol disana memang benar-benar jalan bebas hambatan. Di Indonesia belum diterapkan ETCS dikarenakan sedikitnya ada 2 pertimbangan, yaitu: masalah pertama, investasi yang mahal untuk menghadirkan teknologi ETCS, dan masalah kedua adalah terjadi dilema jika ETCS benar-benar diterapkan di Indonesia, karena akan menambah jumlah pengangguran. Ya, dengan ETCS berarti para petugas di gerbang tol tidak dibutuhkan lagi karena semuanya sudah diatasi oleh peralatan elektronik dan telekomunikasi.
Perkembangan IPv6
Maret 11th, 2010 § 6 Komentar
Seperti diketahui, saat ini yang menjadi standard dari TCP/IP adalah Internet Protocol versi 4 atau yang lebih dikenal dengan IPv4. IPv4 menggunakan data selebar 32 bit, dengan data sebesar 32 bit itu dapat mengalamatkan paling banyak 2^32 (dua pangkat tiga puluh dua) buah perangkat. Atau paling banyak sebanyak 4.294.697.296 buah perangkat aktif di internet. Perangkat disini bias berupa pc, notebook, printer, HP, router, dan alat-alat lainnya yang terkoneksi dengan jaringan global TCP/IP.
Di masa mendatang kecenderungan pemakaian IP secara besar-besaran akan terjadi. Contohnya di jepang alat-alat rumah tangga memiliki alamat IP masing-masing agar dapat saling berkomunikasi. Selain itu, tren peningkatan pengguna internet aktif sedang marak di berbagai Negara. Berdasarkan data di Internet Usage Statistics data per-tanggal 9 maret 2010 menunjukkan hanya 25.6% saja dari populasi penduduk dunia yang menggunakan/terjangkau internet. Artinya masih butuh sekitar 3 kali jumlah IP yang sudah digunakan saat ini agar seluruh populasi dunia terkoneksi dengan internet.
Kesadaran akan habisnya alokasi IPv4 ini mendorong para ahli untuk menciptakan IPv6 pada tahun 1996.
Secara umum IPv6 menyediakan alokasi alamat IP yang lebih banyak dibanding IPv4 yaitu sebanyak 2^128 (dua pangkat seratus dua puluh delapan)
atau sama dengan 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 buah IP Address!!!
Selain dari segi jumlah, IPv6 juga unggul dalam beberapa hal dari IPv4 yaitu:
- Lebih secure
- Serverless
- Hirarki addressnya jelas sehingga memudahkan routing