Pertanyaan Seputar Muharram

November 27th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Alhamdulillah hari ini tepat kita memasuki 1 muharram 1433 H, yang berarti tahun baru islam. Berbicara tentang tahun baru islam, ada beberapa pertanyaan maupun pendapat yang mengusik pikiran saya, diantaranya: adakah ibadah khusus di bulan muharram, adakah doa khusus akhir dan awal tahun hijriyah, dan bolehkah menganggap penting momen tahun baru hijriyah. Disini saya hanya akan membagi pendapat saya sesuai pengetahuan yang saya miliki.

1. Menganggap penting tahun baru hijriyah

Menganggap penting suatu momen atau kejadian tentu tergantung dari niatnya, jika niatnya sebagai pengingat kejadian penting yang telah terjadi di momen tersebut maka tidak apa-apa agar kita memetik ibroh untuk selalu memperbaiki diri. Namun jika niatnya mengagungkan dan merayakan tahun baru hijriyah seperti orang-orang nasrani merayakan tahun baru masehi hingga ada ritual-ritual ibadah khusus yang dilakukan menyambut tahun baru hijriyah dengan anggapan bahwa ibadah di saat seperti itu memiliki keistimewaan, maka ini tidak boleh.

Rosulullah adalah pembawa dan penjelas syariat dan para sahabat adalah generasi terbaik yang mengikuti ajaran Rosulullah. Jika suatu pekerjaan memiliki keistimewaan dilakukan di waktu-waktu tertentu, tentunya para sahabat telah mengerjakannya terlebih dahulu sebelum kita.

Penanggalan hijriyah ditetapkan pada masa khalifah Umar bin Khattab. Semasa hidupnya Umar tidak pernah menganggap berlebihan tahun baru hijriyah, begitupun sahabat-sahabat lainnya.

Menurut pendapat saya, tanggal 1 Muharram tidak ada bedanya dengan tanggal lainnya dari segi keistimewaan. Yang membedakannya adalah nilai historisnya. Membuat resolusi (ber-azzam) khusus untuk satu tahun kedepan tentu tidak apa-apa asal tidak meyakini keharusannya dilakukan di tanggal 1 muharram, kita bisa memvariasikan untuk membuat resolusi tahunan di awal bulan ramadhan misalnya dan untuk tahun berikutnya dibuat di awal bulan syawwal misalnya agar menghindari bid’ah. Dan jika kita tidak membuat resolusi tertulis pun tidak apa-apa, yang terpenting harus ada perbaikan amal dari hari ke hari.

Baca selengkapnya

Keutamaan Muharram dan Anjuran Shaum ‘Assyura

Desember 18th, 2009 § 10 Komentar

Alhamdulillah kita telah memasuki tahun 1431 H, semoga di tahun ini kita semakin meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan Allah selalu menetapkan hati kita di jalan-Nya. Bicara tentang tahun baru islam berarti bicara tentang bulan yang dirahmati Allah yaitu bulan muharram. Bulan muharram adalah bulan yang dimuliakan Allah dan dimuliakan rasulullah SAW. Sepatutnya kitapun memuliakan bulan muharram seperti yang rasulullah ajarkan, yaitu shaum di hari ‘assyura. Hari ‘assyura adalah hari kesepuluh di bulan muharram. Mengapa kita perlu shaum/puasa di hari ‘assyura? Kelebihan-kelebihan apakah yang dimiliki bulan muharram? Berikut penjelasannya.

1. Salahsatu dari 4 bulan haram yang dimuliakan Allah.

Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan  pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah: 36)

Para ulama menyatakan bahwa Muharram itu artinya “dilarang”. Bulan ini pada zaman Jahiliyah dianggap sebagai bulan yang suci dan juga dimuliakan sehingga setiap orang tidak boleh melakukan peperangan. Begitulah wujud penghormatan masyarakat Jahiliyah terhadap bulan ini. Namun setelah Islam datang kebiasan seperti itu dihilangkan.

Baca selengkapnya

Di mana saya?

You are currently browsing entries tagged with muharram at Catatanku.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.